Beranda > RUPA-RUPA > Buah-buah Indonesia yang Sudah Langka ( Bag 2 )

Buah-buah Indonesia yang Sudah Langka ( Bag 2 )

11.Sawo Kecik (Manilkara kauki)

Buah berbentuk bulat telur berukuran kecil. Buah yang masak enak dimakan, rasanya manis, kadang-kadang sedikit sepet. Kulitnya sangat tipis, dan mudah mengelupas. Buahnya selain dapat dimakan, kayunya yang keras dan kuat sangat baik untuk dibuat patung, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, tiang penyangga rumah, dan sebagainya.

Klasifikasi Ilmiah: Kingdom: Plantae; Subkingdom: Tracheobionta; Super Divisi: Spermatophyta; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Sub Kelas: Dilleniidae; Ordo: Ebenales; Famili: Sapotaceae; Genus: Manilkara; Spesies: Manilkara kauki; Sinonim; Mimusops kauki, Manilkara kaukii

12.Terap (Artocarpus odoratissimus)

Pohon ini terutama ditanam karena buahnya, yang dimakan dalam keadaan segar atau diolah sebagai kue-kue. Buah terap harus segera dimakan dalam beberapa jam setelah dibuka, karena baunya yang harum cepat berkurang dan warnanya dapat berubah karena teroksidasi. Biji terap juga dapat dimakan setelah dipanggang atau direbus dengan garam. Terap dapat tumbuh sejak daerah dekat pantai hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Pohon ini menyenangi tanah liat berpasir dan wilayah dengan curah hujan cukup tinggi dan merata. Buah biasa didapati di awal musim hujan, antara Agustus hingga Januari bergantung pada lokasinya.

13.Jambu Bol (Syzygium malaccense)

Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang. Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

14.Jamblang (Syzygium cumini)

Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkung ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya.

Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur.

Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial.

Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break).

Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.

15.Buni (Antidesma bunius)

Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai . Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan. Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa. Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa), bignai (Filipina)

16.Ciremai (Phyllanthus acidus)

Ceremai tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang, Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling warna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang 2 – 7 cm, lebar 1,5 – 2 cm, helaian daun tipis tegar, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan halus, tidak pernah meluruh. Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di sepanjang batang dan cabang, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah muda. Buah batu (drupa), bulat, panjang 1,2 – 1,5 cm, warna kuning muda, bentuk biji bulat pipih, berbiji 4 – 6, berwarna cokelat muda, rasanya asam. Berakar tunggang.

17.Kawis

Buah ini khas dari Kabupaten Rembang dan sudah termasuk buah yang langka di jaman ini. Buah lawis ini katanya hanya bisa hidup di tanah yang mengandung kapur. Selain di Rembang, dapat juga dijumpai di Juwana Kabupaten Pati. Aromanya khas, bentuknya seperti melon, tapi lebih kecil dan tempurungnya keras. Sering juga disebut Java Cola karena rasanya yang mirip cola. Buah ini kalau sudah matang, diolah menjadi sirup dan limun (minuman bersoda). Bisa juga dimakan langsung dengan dicampur gula atau dibuat semacam es blewah

18.Matoa (Pometia pinnata)

Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian, dan kelengkeng. Buahnya berbentuk lonjong dan seukuran buah pinang, ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna hijau kekuningan. Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Papua Barat

19.Murbei (Morus australis Poir)

Murbei (Morus alba L.)dikenal karena daunnya yang digunakan sebagai makanan ulat sutera. Tidak hanya daun yang bermanfaat bagi peternakan ulat sutera, buah murbei juga digunakan sebagai anggur.

Tambahan informasi, murbei putih dipercaya berasal dari daratan Tiongkok., sedangkan murbei hitam berasal dari Iran.  Di Israel, tanaman ini digunakan untuk berbagai keperluan bukan hanya untuk bahan kuliner tapi juga untuk pengobatan.

Kandungan:
Daun:
ecdysterone, inokosterone, lupeol, b-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin

Ranting:
tanin dan vitamin A

Kulit:
triterpenoids

Khasiat:
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, murbei digunakan sebagai obat penyakit:
 kencing nanah
– tekanan darah tinggi
– luka
 rematik
– hepatitis

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.

Kategori:RUPA-RUPA
  1. Ahmad Junaedi
    22 Agustus 2011 pukul 9:20 AM

    bener tuch kenpe ye???
    mungkin karna ude ga da lg lahan bwt di tanemin pohon

  2. 25 Mei 2011 pukul 4:33 AM

    pengennn jamblanggg….
    klo kite makan enak di campur gula pasir…hemmm….
    biru2 deh bibir kite…he he he…
    klo matoa …masih banyak d kampus ui

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: