Beranda > RUPA-RUPA > PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMUDA JAKARTA DALAM MELESTARIKAN & MENGEMBANGKAN BUDAYA BETAWI

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMUDA JAKARTA DALAM MELESTARIKAN & MENGEMBANGKAN BUDAYA BETAWI

PENGANTAR TENTANG SENI BUDAYA

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta.dari buddhi (akal atau budi),diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Menurut istilah kebudayaan meru…pakan sesuatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.

Kebudayaan terdiri atas dua komponen, Kebudayaan Material, yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata atau yang berkaitan dengan barang-barang.seperti penemuan arkeologi atau produk industri. Yang kedua Kebudayaan Non Material,.yang berhubungan dengan ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.seperti dongeng, lagu, tari tradisional. Inilah perwujudan karya seni. Dalam konteks wilayah atau bangsa, Kebudayaan bisa dibagi dua,Kebudayaan Daerah, yaitu budaya yang diwariskan turun temurun.bahkan sejak masa suku-suku lama dan Kebudayaan Nasional, yang merupakan penggabungan kebudayaan daerah serta asimilasi dan aukulturasi dari negara lain.

Dalam kaitan ini,Negara memberi ruang bagi segala bentuk kebudayaan daerah yang masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi : Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesaatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dens esuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diaturd3/am undang-undang. Kebudayaan adalah hasil dari proses peradaban manusia yang bermula darii ditemukannya alat-alat, barang-barang yang jadi perlambang primitifisme dan dinyatakannya proses modernitas sesuai dengan jamannya.

Budaya awalnya dari kebiasaan merespon keadaan luar diri dan lingkungan yang diadaptasi untuk bisa diterima secara seksama dilingkungannya. Budaya busana misalnya, budaya interaksi antar manusia, budaya pemikiran, kemudian menjadi sikap dan perilaku yang disepakati. Kebudayaan sebagai ciri bangsa yang memiliki peradaban lebih maju diimplementasikan dalam bentuk karya bunyi dan gerak melahirkan kesenian. Sesuatu yang bagi kelompok pada jamannya merupakan karya yang dinikmati sebagai keindahan dan kenikmatan.baik dalam pendengaran dan pengilihatan yang diterima oleh perasaan. Kesenian sebagai produk lanjut kebudayaan lahir juga karena proses pemikiran yang melahirkan penemuan alat-alat bebunyian dan ide kreatif masyarakat terhadap gerak tubuh.

Lahirnya seni musik, seni rupa, seni lukis, tari dan Iain-Iain, adalah prosesi kemampuan akal mencipta berdasarkan instink dan feeling yang ingin dipersembahkan sebagai sebuah karya. Keterikatan sebagai teori pemikiran, budaya menjadi bagian dari pendidikan disekolah, tapi budaya aplikatif merupakan sebuah sikap manusia dalam berbuat untuk menerapatkan harkat dan martabat sebagai manusia,kelompok,daerah dan bangsa. Kekuatan kebudayaan.termasuk seni sebagai produknya di suatu daerah merupakan inti dari sebuah kekuatan bangsa.

Pengetahuan dan kepemilikan seni dan budaya mencerminkan sikap kita dalam mengarungi interaksi mengikuti modernisasi dan tata pergaulan antar bangsa. Tidak jarang bangsa yang minim kreatifitas dengan kekuatan tertentu bisa mengklaim produk seni budaya tertentu. Apalagi bila itu didukung dengan ketentuan internasional. Seni dan budaya sekarang ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perangkat tata pergaulan antar bangsa,sehingga akan mudah ditemui ciri sebuah bangsa melalui produk seni dan budayanya.

Lambatnya pertumbuhan kreasi seni dalam percaturan seni budaya modern,bukan berarti seni dan budaya bangsa tersebut masuk kategori primitif. Karena justru karya seni dan budaya unik sebuah negara menjadi kebanggaan bangsa tersebut. Afrika misalnya, justru bangsa lain mengagumi dan tertarik pada ide kreatif produk seni budaya,yang untuk itu tidak akan dihilangkan dari khazanah seni budaya international. Begitu juga dipertahankannya produk seni budaya masyarakat kuno pada setiap negara. Justru perlu dikaji dengan modernisasi seni dan budaya bangsa modern yang melupakan unsur utama kaedah pertumbuhan seni budaya, yakni moralitas yang melekat pada nilai seni tersebut. Misalnya saja setelah ditemuinya budaya berbusana.maka seluruh komunitas didunia yang primitif berupaya untuk menggunakannya. Dengan begitu ketika produk seni ditampilkan, misalnya seni tari, maka tidak ada lagi nudisrme ditampilkan. Justru masyarakat modern dengan striptease dapat diartikan sebagai upaya pengembalian seni budaya primitif dengan alasan seni keindahan.

Secara konseptual.apa yang disebut sebagai identitas adalah sejarah budaya suatu bangsa/negara. Banyak orang menentukan standar kemajuan suatu Negara dari perkembangannya. Pengenalan kebudayaan dan peradaban ini by process, lambat laun menjadi identity bangsa yang bersangkutan (Y.Wibowo:2010)

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMUDA JAKARTA

Pemuda disetiap negara dan bangsa memiliki standar berbeda. Kalau di Indonesia ditetapkan berdasarkan usia (secara formal). Pemuda sebagai bagian tengah dari generasi,memiliki kewajiban untuk memerankan eksistensinya sebagai agent of sosial change, agent of modernization. Peran pembaharu setiap dekade. merupakan keadaan melekat dari jiwa, porasaan dan fikiran setiap pemuda.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kekuatan seni budaya lokal (daerah) dengan keragaman dan kekuatan sebagai alat pemersatu, merupakan basis untuk menyusun dan mewujudkan kekuatan seni budaya sebuah bangsa. Keterikatan semua unsur /elemen bangsa dalam menjaga dan menjadikan seni budaya sebagai alat kebanggaan dalam tata pergaulan dunia merupakan kewajiban bersama, khususnya pemudanya. Kekayaan negeri kita selain sumber daya alam, justru terletak pada banyaknya produk seni budaya dari berbagai suku bangsa dan daerah kita. Bahkah karena banyaknya ini, pemerintah terasa tidak mampu menjaga dan mengayomi serta menampilkannya sebagai seni budaya nasional.

Hanya satu dua daerah yang tampil karena kepedulian masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Bisa kita sebutkan Bali, Jawa Tengah & sebagian Sumatera saja yang sempat muncul mewakili seni budaya bangsa kita. Disinilah peran pemuda untuk menggali dan mengkonsepkan pemberdayaan kekuatan seni budaya lokal untuk dijadikan kekuatan seni budaya nasional.

Masa kepemudaan,apalagi diawali sejak kanak-kanak dan remaja untuk bersentuhan memahami seni budaya bangsa dan lokal,merupakan masa yang dapat diandalkan untuk melahirkan sikap dan tanggung jawab terhadap seni budaya nasional. Namun tak lepas dari peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk menyiapkan pemuda lebih terikat kepeduliannya untuk menjadikan seni dan budaya bagian dari kekayaan bangsa. Dalam Undang-Undang Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009, Pemuda Indonesia diharapkan dapat memberi ruang bagi pemberdayaan dan pengembangan potensi pemuda untuk mengekspresikan ide kreatif untuk kebanggaan bangsa kita.sehingga dapat menyiapkan diri menjawab tantangan jaman.

Pemuda sebagai penggerak peningkatan kualitas kebudayaan bangsa tentunya harus menjadi pelopor agar semua kemampuan,potensi,ketrampilan dan idealisme nya mampu menjaga tegaknya seni budaya dan mempertahankannya sebagai identitas dan ciri khas bangsa. Pemerintah Provinsi tentunya tidsk boleh mengabaikan pemberian pendanaan untuk pemuda mengekspresikan potensi kreatifnya dalam turut serta melestarikan seni budaya daerah. Khususnya di Jakarta,dengan adanya Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Kekhususan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,dimana Pemerintah Provinsi DKI diwaiibkan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Betawi (masyarakat Jakarta) serta melindungi budaya masyarakat daerah tain yang ada di daerah Provinsi DKI Jakarta (Pasal 26 avat 6).

Dasar peiibatan dan peran pemuda akan lebih mudah,tentunya dengan konsep nyata yang bisa dipertanggung jawabkan sebagai ekspresi mempertahankan karya seni budaya Jakarta (Betawi) Sebagaimana disebut diatas,pemuda memiliki peran untuk bertanggung jawab atas tercapainya upaya mempertahankan dan melestarikan seni budaya lokal (Jakarta) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seni budaya nasional. Karena secara konseptual, apa yang disebut sebagai identitas adalah sejarah budaya suatu bangsa/negara.

Banyak orang menentukan standar kemajuan suatu Negara dari perkembangannya. Pengenalan kebudayaan dan peradaban ini by process, lambat laun menjadi identity bangsa yang bersangkutan (Y.Wibowo:2010) Dengan begitu pemuda Jakarta sudah bisa menyiapkan konsep pe ibatan diri untuk tegaknya seni budaya nasional dengan menjaga dan melestarikan budaya Jakarta. Walaupun ada lembaga Kepemudaan mendapat dana APBD.sudah waktunya juga kelompck pemuda peduli seni budaya Jakarta mengajukan kegiatan tersendiri untuk didukung dana APBD DKI Jakarta.

PROBLEMA SENI BUDAYA JAKARTA

Masyarakat Betawi yang menjadi masyarakat inti kota Jakarta diperkirakan jumlahnya mencapai 3 (tiga) juta orang, sudah selayaknya mendapatkan haknya untuk diperhatikan dan dijaga kelestariaan seni budaya nya.Tapi fakta hari ini, belum terlihat upaya maksimal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya Dewan Kesenian Jakarta tidak nampak pedulinya terhadap pementasan seni budaya Betawi di Taman Ismail Marzuki (TIM). Seniman dan budayawan Betawi tidak pernah diberi kesempatan pemimpin Dewan Kesenian Jakarta. Ratusan sanggar seni Betawi sekarat, tidak dapat diayomi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan tidak pernah ada gedung kesenian khusus untuk seniman Betawi. Padahal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucurkan dana miliaran rupiah untuk gedung pertunjukan wayang orang Jawa yang tidak dipergunakan dan sudah tidak ada pementasannya.

Dengan anggaran Rp. 800 juta/tahun kepada Lembaga Kebudayaan Betawi yang mengayomi ratusan sanggar seni, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa sudah peduli sepenuhnya pada upaya sebagaimana dimaksud Pasal 26 ayat (6) Undang-undang Nomor 29 Taiiun 2007. ini sangat memprihatinkan jika dibanding dengan pengeluaran bantuan, hibah atau kegiatan lain yang tidak mencerminkan kebanggaan identitas dan harkat martabat Jakarta.

Lebih  memprihatinkan,beberapa kali pementasan seni tari Betawi di beberapa negara, justru tidak melilbatka.n satupun seniman atau sanggar seni Betawi, bahkan ratusan seniman Betawi dan sanggarnya mati suri. Sebagaimana kita tahu dengan arus modernisasi di era globalisasi, masuknya budaya instan dari iuar sangat mempengaruhi sikap mental anak bangsa yang begitu mudah melunturkan niiai-nilai agung seni budaya daerah dan nasional. Jika kita, khususnya pemuda tidak memiliki semangat kepedulian menjaga identitas bangsa melalui seni budaya, maka kita hanya menjadi bangsa konsumen, bahkan dibidang seni budaya.

Sudah saatnya kita sepakati sikap bersama dalam satu tujuan untuk menjaga dan melestarikan seni budaya lokal,dalam hal ini Jakarta (Betawi) yang bersama seni budaya daerah lain akan menjadi kebanggaan identitas bangsa kita. Pemuda Jakarta tidak hanya beroientasi pada kegiatan sosial politik saja,tapi harus mulai peduli pada pengayaan maupun pelestarian seni budaya Jakarta. Untuk itu, kita harus memiliki niat mempertahan kebudayaan kita dengan cara menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh.misal :

1.   Mencintai poruduk dalam negeri dan karya seni budaya sendiri.

2.   Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menangkal seni budaya asing yang merugikan moral bangsa.

3.   Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.

4.   Pemerintah harus menghak-patenkan produk kebudayaaan Indonesia.

5.    Menyiapkan kajian yang berorientasi pada pemantapan kelestarian seni budaya.Mengajukan program-program kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,khususnya melibatkan Pemuda Jakarta dan Lembaga kebudayaan di Jakarta.

Selamat berjuang untuk buktikan bahwa kepedulian kita dalan bentuk bhakti kepada nilai-nilai agung seni budaya yang diwariskan oleh generasi sebelum kita.

Jakarta,22 Maret 2010,Mathar Moehammad Kamal Disampaikan dalam Acara Forum Dialogis Pemuda se-Jakarta Pengurus OKP Jakarta, dilakasanakan oleh Dinas Pemuda & Olahraga Provinsi DKI Jakarta Senin,22 Maret 2010 di Perkemahan Pramuka Cibubur *) Penggiat sosial budaya, mantan Sekjen Gerak Betawi, Pusat Kajian Betawi, Penasehat komunitas Maiyah Kenduri Cinta, Anggota Lembaga Kebudayaan Betawi, Ketua Komunitas Seni Musik Melayu 1960-an “Nyanyian Jiwa Tenabang”, Sekjen Komite Masyarakat Jakarta (KMJ) & MW – KAHMI Jaya. (matharmoehammad@yahoo.com)

Kategori:RUPA-RUPA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: