Beranda > SEJARAH > MUSIK MELAYU BETAWI Sepengetahuan Mathar Moehammad Kamal (2)

MUSIK MELAYU BETAWI Sepengetahuan Mathar Moehammad Kamal (2)

MUSIK MELAYU BETAWI Sepengetahuan Mathar Moehammad Kamal (2)

Sebagai anak Tenabang,saya ingin terus mempertahankan dan mengingatkan bahwa di Tenabang ada tokoh musisi legendaris yang menajdi pionir bagi tumbuhkembangnya sejarah musik melayu kita. Karya besar mereka sudah memasuki tahun ke 50 dan akan terus bertahan karena kekayaaan karya mereka berasal dari nyanyian jiwa,dicipta untuk memberikan kebahagiaan orang lain yang menikmatinya dan isi syairnya senantiasa menyertakan Tuhan. Ungkapan sejarah melayu Tenabang akan sirna bila tidak ada yang peduli menjelaskan kepada generasi berikut. Bahkan saya sendiri awalnya tidak begitu tahu dan tidak peduli bahwa Tenabang memiliki sohor karena musisi melayunya menjadi pionir bagi perkembangan musik nasional.

Saya yang bertetangga kampung dengan Husin Bawafi, tidak begitu ngerti kalau orang yang hampir setiap pagi saya lihat karea meliwati depan rumahnya bila bersekolah adalah Husin Bawafi. Seperti biasa dari rumah jam 06.00 saya lewat Jalan Lontar menuju Terminal Tenabang kalau mau ke sekolah. Didepan rumahnya Husin Bawafi yang sepuh selalu senyum dan saya anggukan kepala bila melewatinya.

Berbilang puluhan tahun,dan tentu Husin bawafi sudah wafat, saya tersadar dalam lamunan ketika ingat kembali sosok beliau. Namun, dari sekian banyak orkes Melayu itu, Husein Bawafie yang sejak tahun 1930-an telah menciptakan ratusan lagu melalui kelompok musiknya, OM Chandra Lela, dengan penyanyi M Mashabi dan Munif Bahaswan, telah membuat irama Melayu merajai dunia hiburan Jakarta dan memicu berdirinya orkes Melayu hampir di setiap kelurahan. (JJ.Rizal,Sejarahwan Betawi)

Pengamat sejarah Jakarta, Ridwan Saidi, menyatakan bahwa Husein Bawafie yang lahir tahun 1919 itu sebagai penggagas musik Melayu Jakarta dan tokoh yang memegang peranan penting sehingga Jakarta pada tahun 1950-an membukukan kedudukannya sebagai kiblat musik Melayu.Saat itu memang ada beberapa orkes Melayu (OM) besar yang berdiri di Jakarta, seperti OM Sinar Medan di bawah pimpinan Umar Fauzi Asseran dengan penyanyi A Haris dengan lagu hit Kudaku Lari, Hasnah Thahar yang mendendangkan hit Chayal Penyair, Munif Bahaswan dengan lagu pertama Ditinggal Kekasih. Ada juga OM Kenangan pimpinan Hussein Aidit dengan lagu yang terkenal Aiga, OM Bukit Siguntang pimpinan A Khalik dengan vokalis Suhaimi yang mencetak hit Burung Nuri, Halimun Malam, dan Cinta Sekejap, dan akhirnya adalah OM Irama Agung pimpinan Said Effendi yang memopulerkan lagu Khayalan Suci.

Seperti biasa dari rumah jam 06.00 saya lewat Jalan Lontar menuju Terminal Tenabang kalau mau ke sekolah. Didepan rumahnya Husin Bawafi yang sepuh selalu senyum dan saya anggukan kepala bila melewatinya. Berbilang puluhan tahun,dan tentu Husin bawafi sudah wafat, saya tersadar dalam lamunan ketika ingat kembali sosok beliau. Namun, dari sekian banyak orkes Melayu itu, Husein Bawafie yang sejak tahun 1930-an telah menciptakan ratusan lagu melalui kelompok musiknya, OM Chandra Lela, dengan penyanyi M Mashabi dan Munif Bahaswan, telah membuat irama Melayu merajai dunia hiburan Jakarta dan memicu berdirinya orkes Melayu hampir di setiap kelurahan. (JJ.Rizal,Sejarahwan Betawi). Faktanya, musik melayu yang mudah ditemui di Malaysia ,tetap saja tidak diperhatikan oleh Pemerintah kita juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga tidak dapat ajeg bertahan dan lestari.

Dipenghujung tahun 1950’an, beberapa anak muda Tenabang mencipta & menyanyikan lagu-lagu irama melayu yang menjadi peletak dasar tumbuhkembangnya irama dangdut dikemudian hari. M.Mashabi & Husein Bawafi adalah sosok musisi irama melayu yang telah mewariskan nilai-nilai seni budaya yang menjadi kebanggaan warga Tenabang sejak tahun 1960’an hingga kini. Seperti diakui juga Irama Melayu Tenabang 1960’an merupakan bagian dari pengisi sejarah seni budaya Betawi yang harus dipertahankan kelestariannya. Bersamaan dengan mereka, muncul nama-nama Munif Bahaswan, Said Effendi, Ellya, Johanna Sattar, Lutfi Mashabi dll.

Dalam kesederhanaan teknoloji musik & industri musik, tetapi mereka telah memberi hiburan bukan saja kesenangan jasmani tetapi juga rohani. Hal itu terlihat dari syair lagu penuh ajakan, nasehat moral & menempatkan Tuhan sebagai Sumber Pengharapan, Penentu Kehidupan. Pemahaman mereka akan nilai-nilai seni sangat memikat hati. Bahkan karena dipengaruhi semangat masa Pujangga Baru, nilai-nilai karya mereka yang prosais, sengguh mengandung sastra tinggi, banyak diakui oleh seniman & budayawan yang mengamati dan menikmati karya mereka. Hampir dipastikan keabadian karya mereka sudah memasuki tahun ke 50 dalam perjalanan sejarah musik Indonesia dan akan terus bertahan dengan adanya kelompok musik yang mau meneruskan cita-cita mereka sebagai sumbangsih dalam bidang seni budaya Nasional dan kesenian kaum Betawi yang membanggakan.

ORKES MELAYU NYANYIAN JIWA TENABANG

Sekelompok warga Tenabang yang tertarik & punya kewajiban moral untuk terus melestarikan warisan irama melayu 1960’an ini, di bulan Oktober 2009 sepakat untuk mendeklarasikan terbentuknya “Orkes Melayu NYANYIAN JIWA Tenabang” walaupun hanya berbekal semangat penghayatan & penjiwaan seni musik melayu, selain terpanggil karena “ke-Tenabang-an” (premordial oriented). Bagi warga Tenabang, sulit melupakan peran mereka dengan karya indahnya dalam memori nostalgia selain ingin terus teringat karya-karya mereka. Sebagai bukti kebanggaan akan karya mereka, pemusik yang berasal dari Tenabang merasa perlu untuk membentuk Komunitas Musik yang mengedepankan penampilan musik melayu Tenabang & terus menjaganya selama mungkin. Salah satunya adalah Komunitas Musik Tenabang yang menjadikan Orkes Melayu NYANYIAN JIWA Tenabang sebagai bagiannya.

Semangat kebanggaan tanpa punya modal material, tetap harus ditegakkan agar bisa melanjutkan pesan-pesan seni karya musisi Tenabang tahun 1960’an tersebut. Keyakinan pemusik Orkes Melayu NYANYIAN JIWA Tenabang, bila keikhlasan berbuat dengan melestarikan warisan musik melayu ini, Insya Allah akan datang waktunya memiliki apapun yang diperlukan dan penghormatan maupun penghargaan secara proporsional. Bukan semata menghibur, bukan sekedar tampil, tetapi mengajak banyak pihak merenungi bahwa karya besar dari Legenda Musik Melayu Tenabang yang fenomenal adalah monumen bagi warga Tenabang dan Jakarta pada umumnya.

Inti dari semangat kebanggaan mewarisi Irama melayu Tenabang karena merasa perlu untuk merespon wasiat dari Alm.Husin Bawafi, bahwa arus seni indah, irama melayu ini harus dicintai & diteruskan. Sebagai mana pesan Alm.Husein Bawafi yang dituangkan dalam lagu berjudul “PESANKU”

Ketika lagu-lagu melayu  kite dengar, akan kita dapati hikmah dan nilai besar dari daya khayal dan kehebatan susastra komponisa dan musikusnya, seperti kita bias liat pada lagu dibawah ini.

P E S A N K U

(KHAYAL DAN PENYAIR)

Jikalau tubuhku t’lah terbujur kaku

Dan suara nyanyiku hilang lenyap beku

Taburkan bunga diatas pusara

Beserta do’a penuh ikhlas mesra

Dan teruskan cinta seni murni indah

Khayal dan penyair biarlah abadi

Biarlah musafir melabuhkan budi

Itulah do’a penawar jiwaku

Semoga Tuhan dapat mengampuni

Tujuan yang murni dalam arus seni

Semoga Allah Swt memberikan ganjaran pahala bagi musisi melayu 1960’an yang telah kembali kehadapan Al Khalik dan memberikan kekuatan kepada kami sebagai generasi penerus untuk mengarungi kehidupan fana ini dengan kesehatan & karunia-Nya bagi mereka yang masih ada.

Dengan harapan gerak kegiatan ini sebagai ibadah, memberi kegembiraan & keindahan jiwa kepada semua fihak yang ingin, telah & akan membantu tegaknya kembali irama melayu 1960’an untuk bisa bertarung arus deras musik abad ini. Kami dari Komunitas Musik Tenabang, Orkes Melayu NYANYIAN JIWA Tenabang mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua fihak. Semoga Allah Swt meridhoi upaya kami ini. (Mathar.M.Kamal,Jakarta, 24 Oktober 2009)

Saya ingat ketika belum sekolah ada famili hajatan pernikahan,sekitar tahun 1964,belum ada hiburan lain,kecuali piringan hitam. Terdengar dalam ingatan puluhan tahun lagu yang disetel saat itu. Ternyata itu lagu Maestro Musik Melayu Indonesia yang namnya juga terkenal hingga Malaysia : M.Mashabi.  Puluhan tahun kemudian baru saya tahu kalau itu lagu berjudul HARAPAN HAMPA dalam bait syairnya sungguh indah, 1960an,lagu ini sangat populer,khususnya bagi warga Tenabang-Jakarta. Karya besar legenda musik melayu ini tak bisa dipungkiri. Apalagi lagu ini bertahan & sudah masuk tahun ke 50 sebagai sebuah kekuatan karya yang dicipta dari ruh/jiwa terdalam yang sulit ditandingi oleh musisi lain,bisa kita simak lagu ini :

HARAPAN HAMPA

Tidakkah kau tahu

betapa hatiku oh rindu

Tidakkah kau ngerti

betapa cintaku oh suci

Jangankan bimbang janganlah ragu

Ku tetap kasih padamu.

Tapi kini engkau tinggalkan

betapa rinduku dendamkan

harapanku kini

hilang lenyap sudah

bagai mimpi tiada berarti

Janganlah cintaku

kau umpamakan bagai kembang

segar dipakai dipujua sayang

kalau tlah layu dibuang.

Selain Alm.M.Mashabi,Tenabang juga mempersembahkan musisi Husin Bawafi,Munif Bahaswan, Djohana Satar dll. Banyak karya mereka begitu indah bila kita dengar dengan sepenuh jiwa. Bahkan Emha Ainun Nadjib menyatakan belum ada saingan yang mampu menjaga karya seperti M.Mashabi. Bahkan LETTO sekalipun tidak diyakini mampu berbuat yang sama dengan mereka. Slamet Rahardjo Djarot dan Sanggar Teater Populer juga mengakui kalau musik melayu Tenabang yang menjadi inspirasi berkembangnya musik melayu Indonesia sangat hebat mutu dan kekuatan syairnya yang didasarkan pada keikhlasan jiwa dalam penciptaannya.

Bagi Husin Bawafi yang seringmelihat kumpulan pohon bunga melati di Kampung Sawah Melati (sekarang jadi kompleks Mall & Apartemen Thamrin City), bunga merupakan inspirasi bagi lagu-lagu yang diciptakannya. Diantara yang sangat terkenal hingga kini sering diperdengarkan di Malaysia adalah

SEROJA (Husin Bawafi)

Mari menyusun seroja bunga seroja

Hiasan sanggul remaja putri remaja

Rupa yang elok dimanja jangan dimaja

pujalah ia oh saja sekedar saja

Mengapa kau bermenung

oh adik berhati bingung

Mengapa kau bermenung

oh adik berhati bingung

Marilah kita bersama

oh sayang memetik bunga

Mari menyusun seroja bunga seroja

Pujalah ia oh sayang sekedar saja.

Memang bait pendek dan aransemen yang tidak begitu dipaksakan dengan varian isian musik, bukan saja dipengaruhi oleh keadaan jaman saat lagu ini masuk rekaman,tapi karena mereka bermusik dengan mengikuti kata hati. Dengan begitu,biasanya dalam tampilan panggung,lagu yang dinyanyikan pada masa kini harus diulang, walau ada yang cuma satu kali jalan hingga tidak terlalu lama kita mendengarnya.

Pada awalnya musik melayu didominasi oleh irama Melayu Deli,yang nyanyiannya dijadikan pengiring tari-tarian.Begitu dominannya pengaruh Melayu Deli, jika orang menyebut melayu,tentunya dimaksud adalah “Melayu Deli”. pada tahun 1955,Orkes Melayu Chandralela pimpinan husin Bawafi dengan penyanyi M.Mashabi, Ellya,Said Effendi, Juhanna Satar dan Elvy.S, mulai popules. Tapi masih ada lagi OM Bukit Siguntang pimpinan A.Chalik dan Sinar KEmala pimpinan A.Kadir.Tapi Tenabang,tempatnya Husin Bawafi,M.Mashabi,Munif Bahaswan dan Lutfi Mashabi serta Juhanna Satar, lebih dikenal sebagai pionir perkembangan musik melayu Indonesia. Maestro musik melayu seperti M.Mashabi dan Husin Bawafi sangat terkenal. Lagu-lagu seperti Ratapan anak Tiri (M.Mashabi), Seroja(Husin Bawafi) adalah lagu yang melegenda dan masih tetap bertahan sampai saat ini. Namun masih ada lagu-lagu ciptaan mereka yang sangat populer dan masih dinyanyikan oleh penyanyi masa kini, seperti : Harapan Hampa,Kesunyian Jiwa,Jangan Menggoda,Renungkanlah,Pantun Nasehat (M.Mashabi), Belas Kasih,Beban Asmara (Munif Bahasawan), Bunga Hati,Patah Setangkai,Dosa & Siksa, Fajar harapan,Melati disanggul Jelita (Husin Bawafie), Merana,Pergi Tanpa Pesan,Janji (Ellya), Rintihan Sukma (Juhanna Satar).

Sebagai anak Tenabang,saya ingin terus mempertahankan dan mengingatkan bahwa di Tenabang ada tokoh musisi legendaris yang menajdi pionir bagi tumbuhkembangnya sejarah musik melayu kita. Karya besar mereka sudah memasuki tahun ke 50 dan akan terus bertahan karena kekayaaan karya mereka berasal dari nyanyian jiwa,dicipta untuk memberikan kebahagiaan orang lain yang menikmatinya dan isi syairnya senantiasa menyertakan Tuhan.

Pengamat sejarah Jakarta, Ridwan Saidi, menyatakan bahwa Husein Bawafie yang lahir tahun 1919 itu sebagai penggagas musik Melayu Jakarta dan tokoh yang memegang peranan penting sehingga Jakarta pada tahun 1950-an membukukan kedudukannya sebagai kiblat musik Melayu.Saat itu memang ada beberapa orkes Melayu (OM) besar yang berdiri di Jakarta, seperti OM Sinar Medan di bawah pimpinan Umar Fauzi Asseran dengan penyanyi A Haris dengan lagu hit Kudaku Lari, Hasnah Thahar yang mendendangkan hit Chayal Penyair, Munif Bahaswan dengan lagu pertama Ditinggal Kekasih. Ada juga OM Kenangan pimpinan Hussein Aidit dengan lagu yang terkenal Aiga, OM Bukit Siguntang pimpinan A Khalik dengan vokalis Suhaimi yang mencetak hit Burung Nuri, Halimun Malam, dan Cinta Sekejap, dan akhirnya adalah OM Irama Agung pimpinan Said Effendi yang memopulerkan lagu Khayalan Suci.

Dalam mimpi saya sempat berdialog secara imajiner dengan almarhum Husin Bawafi. Beliau bertanya,apakah saya sali Tenabang dan saya anggukan kepala. Kemudian dia berkata bahwa sesungguhnya di Tenabang ada karya besar yang harus dipertahankan. Dia meneruskan dan bertanya apakah saya mau meneruskan pesan wasiatnya, lagi-lagi saya spontan menjawab ya. Beliau menyebutkan bait lagu yang menjadi pesannya untuk saya seperti tertuang dalam lagunya yang berjudul “PESANKU”. Ini juga yag mendorong saua mendirikan orkes melayu Nyanyian Jiwa Tenabang.

Ternyata saya tahu kemudian,inilah lagu Husin Bawafi yang bagi saya menjadi wasiatnya utuk meneruskan cita-citanya menjaga “arus murni indah” yaitu irama melayu Tenabang yang merupakan alas lahir melayu Indonesia.

Menjadi ciri khas lagu-lagu Husin Bawafi yang mentamsilkan bunga dalam untaian syairanya. Wajar saja,karena sepanjang jalan Sawah Melati,bila dia pulang dari Jl. Kampung Tiga (sekarang HI/Grand Indonesia) dia akan temui rumpun pohon melati.Husin Bawafi mengisyaratkan waktu akan membatasi daya mampu sang pujuaan menyirami bunga pilihannya. Ketika layu hanya berharap turun hujan sebagai karunia Tuhan,sebagaimana pula dinantinya embun turun. Biula bunga menjadi layu,kumbangpun akan pergi. Apa daya hatipun menjadi gundah dan linangan airmata-lah yang menyirami nasib sang bunga. Husin Bawafi ungkapkan perasaan hati akan kesusahan mengharap sang bunga bisa mekar berkembang dengan indah tapi akhirnya menjadi layu.

Selain Husin Bawafi yang sudah menciptakan lebih dari 200 lagu,masih ada nama M.Mashabi sebagai pencipta,musisi dan penyanyi lagu melayu dijaman itu yang sangat terkenal dan dapat kita sebut maestro musik melayu Indonesia. Kehebatannya mengurai cerita cinta yang mengena dalam ingatan dan bisa termemori hingga puluhan tahun. Penguasaan sastra yang dpengaruhi oleh masa Pujangga Baru menghasilkan karya lagu yang tertutur sebagai karya yang bernilai prosa yang sangat tinggi.

M.Mashabi mengungkapkan bahwa cinta akan menembus batasa kehidupan manusia bila kita memaknainya. Tak ada batasan sosial,suku,agama,golongan dan kepentingan bila cinta menjadi pegangan pergaulan antar manusia. Kerna Cinta adalah taqdir Tuhan yang membawa kesenangan dan kebahagiaan,dimana setiap kita ingin menyinta dan dicinta bukan mengobarkan hawa nafsu atau amarah yang dapat menumbuhkan kebencian,gesekan,konflik bahkan perang. Betapa agung nilai cinta,bagi M.Mashabi adalah perenungan dalam perjalanan kehidupan dan pergaulan antar sesama. M.Mashabi menuliskan cerita cinta dengan judul RENUNGKANLAH. Andai kita mau merenungkan harapan M.Mashabi agar cinta tegak utuh sebagai penuntun kehidupan sesama.

RENUNGKANLAH (M.Mashabi)

Rasa cinta pasti ada

Pada mahluk yang bernyawa

Sejak lama sampai kini

Tetap suci dan abadi

Takkan hilang selamanya

sampai datang akhirmasa

Takkan hilang selamanya

Sampai datang akhir masa

Renungkanlah

Perasaan insan sama

Ingin nyinya dan dicinta

Bukan ciptaan manusia

Tapi takdir yang kuasa

Janganlah engkau pungkiri

Segala yang Tuhan Beri

Rasa cinta pasti ada

Pada mahluk yang bernyawa

Sejak lama sampai kini

Tetap suci dan abadi

Selain M.Mashabi,nama Lutfi Mashabi juga dikenal sebagai pencipta dan penyanyi lagu Melayu pada jaman itu. Berbeda dengan yang lain, Lutfi Mashabi selalu menulis lagu-lagu dalam nuansa reliji. Jadi booming lagu-agu reliji tahun 2000an sesungguhnya tidak perlu dibanggakan karena 50 tahun lalu banyak musisi kita yang menulis syair reliji dalam lagu-lagunya.

Lutfi Mashabi mengingatkan kita bahwa tidak semua keinginan manusia mendapatkan kebahagaiaan dunia akan tercapai. Namun hendaknya kita jangan melupakan bahwa pada saa tnanti akan menghadap Al-Kholiq Ilaahi Robbi. Seemu kemilau dunia akan sirna dan ini akan menyadarkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Jangan terlena fana-nya dunia,karena kita akan temui masa abadi dan kekal tuk selamanya di akhirat nanti. Untuk itu semua manusia hendaknya menyiapkan bekal untuk alam keabadian sebelum datangnya ajal. Lutfi Mashabi menuangkan sentuhan reiliji dalam lagu yang diberi judul BEKAL NAN KEKAL, dapat kita simak syairnya :

BEKAL NAN KEKAL (Lutfi Mashabi)

Walau tiada dikau ucapkan

Tetapi aku sudahlah mengerti

Sinar matamu nan berceritra

Mengisahkan hasrat rahasia

Tetapi ada yang dikau lupa

Takdir ini terus berkuasa

Semua tiada kekal selamanya

Yang baru pastu berobah tua

Usia bunga tiada lama

Tiada sampai setahun jagung

Pagi berkembang indah bergaya

Senjapun layu tunduk berkabung

Sadarlah wahai adikku sayang

Yang indah kemilau pasti kan usang

Kejarlah bekal kekal abadi

Untuk menghadap pada Ilaahi

Masuknya Ellya “Boneka dari India” mempengaruhi perubahan dalam ketukan gendang dan dianggap mengubah irama melayu dalam pengaruh India sehingga menjadi sebutan dangdut. Walaupun hingga akhir hayatnya Said Effendi menolak kata dangdut. Juga dikenal penyanyi lebih awal (1950an) seperti Nuraini,Komariah,Haznah Tahar,juga generasi antara melayu dan dangdut seperti Nayo Maimunah dan Elvy Sukaesih.Tidak dapat disangkal, betapa kekayaan karya sastra dituangkan dalam syair lagu melayu tahun 1960an, yang hinghgi masih bertahan dan masih dikenang, tersimpan rapi di memori orang-orang Jakarta usia diatas 40 tahun. Diantara karya mereka,kita bisa lihgat dibawah ini. Menulis lagu,syair dan irama dengan penjiwaan yang sangat dalam. Misalnya lagu berikut ini. Tak akan resah gelisah hati ini bila sang kekasih hadir & berdekatan. Alangkah malang jiwa tatkala janji menggelorakan cinta, pupus dan kita sendiri dalam kehampaan jiwa. Pautan hati yang berjanji setia hati pergi mengingkari cinta yang tulus. Janji yang merasuk sukma jiwa sirna karena dusta.Belum mereguk Cinta kasih bersama, hati menjadi sepi. Kerinduan tinggal angan, kasih mesra tinggal kenangan. Sedih & kecewa hati ini menjadikan jiwapun semakin sunyi.Derita cinta & hati kecewa karena janji diingkari sang kekasih dituangkan oleh M.Mashabi dalam bait syair lagu dengan tutur kata indah, yang berjudul : KESUNYIAN JIWA.

Berbeda dengan M.Mashabi, orang gang Lontar Tenabang, Husin Bawafie sangat suka akan pesona bunga. Keindahan bunga melati menginspirasikan lagu yang ditulisnya. Susunan melati yang meroja di sanggul sang jelita sungguh indah baginya. Sebagai hiasan, melati yang meroja tersusun indah disanggul sang jelita tetap merasa tersiksa. Ketika harum hilang & layu,sang gadis akan gundah gulana. Husin Bawafie berpesan jangan mudah gundah karena akan ada yang menyuntingnya. Pesona bunga melati melahirkan ide menulis lagu yang diberi judul : MELATI DISANGGUL JELITA

MELATI DISANGGUL JELITA (Husin Bawafie)

Melati disanggul jelita

Sungguh indah dipandang mata

Dijalin sebagai seroja

Mengguncangkan hati remaja

Tapi malang nasibnya bunga

Disanggul merasa tersiksa

Sehari saja belum lama

Sudah nampak hilang cahaya

Reff :

Oh melati indah jangan engkau gundah

Walau engkau berdahan rendah

Banyak orang lalu yang pandang tak jemu

Menyunting setangkai bungamu

Sungguh malang nasibnya bunga

Sesudah layu tak berguna

Hilang harum dan hilang warna

Begitulah nasibnya bunga

Ego individualis manusia pada saatnya akan menjadi kenangan buruk sepanjang masa generasi berikut. Saat hidup pun akan ditinggal kawan2 manakala sikap, perilaku kita tiada memberi makna kehidupan kita. Budi jualah yang menjadi rekatan panjang meski kita tiada. Jangan biarkan dunia yang fana ini membelenggu,hisai hidup ini dengan budi. MUNIF BAHASWAN menulis syair lagu ini untuk mengingatkan kawan kawannya untuk segera insyaf atas semua sikap hidup tanpa amal & budi. Lagu ini ditulis dengan maksud jelas agar kita segera insyaf. UNTUKMU KAWAN adalah lagu penuh pesan moral yg dicipta MUNIF BAHASWAN

UNTUKMU KAWAN (Munif Bahaswan)

Insyaflaaaah ..……. Wahai kawan

Tempuhlah dunia ini dengan budi

Insyaflahkanlah dirimu

Insyaflah wahai kawan

Dunia ini berputar dari jaman ke jaman

Janganlah engkau tenggelam

didalam khayalan

Akhirnya kan sirna hanyut ditelan lautan

Hiasilah hidupmu dengan budi yang mulia

jauhkanlah semua rasa syak dan sangka

kau kan sepi hidup sendiri

ditinggalkan kawan tak berperi

Insyaflahkanlah dirimu

Insyaflah wahai kawan

Segala…nya di dunia ini fana semua

Tiada seorangpun yang kan dapat menahan

budi yang baik akhirnya kan terkenang jua

Insyaflah…. Insyaflah…. Insyaflah

Sosok wajah yang selalu diharapkan dating dalam setiap mimpi, membuat dara jelita makin merindu. Siang dan malam penuh penantian yang tak berujung, karena sang kekasih tiada datang. Sungguh kejam hatimu wahai kekasih yang meninggalkan. Hati ini merana setiap hari bersama airmata kesedihan sebagai saksi.Puluhan tahun lalu, lagu yang ditulis dan dinyanyikan ELLYA sangat popular dikalangan pencinta musik melayu. Lagu yang oleh Ellya diberi judul MENGHARAP bias membangkitkan kenangan masa silam kita.

MENGHARAP (Ellya)

Kalau kau dengar laguku

Suara ratapan jiwaku

Berlinanglah airmataku

Tanda kasihku padamu..wahai kasih

Berilah daku harapan

Belaian kasih dan sayang

Tak kuasa ku menahan

Derita yang kurasakan

Hingga kini kumenanti

Datangmu untuk kembali

Kenanglah masa nan lalu

Kala aku disampingmu

Bagi pedoman untukmu

Untuk kermbali padaku… jangan ragu

Betapa sulitnya melepaskan diri dari jeratan asmara. Bahkan jiwa yang mulai teracuni cinta akan membuat ketidakberdayaan. Hanyalah kepada Ilaahi Robbi, Tuhan Yang Maha Kuasa, tempat berharap agar jiwa tersadarkan dari godaan asmara. Ketidakberdayaan sang gadis menderita karena pengkhiatan cinta, mendesahkan pilot hati saat jejaka pilihannya yang pergi berharap kembali. Dengarlah pintaku. Bukan bulan atau bintang, tapi jangan kau tambahkan beban derita di hati. Biarlah berlalu masa lalu, jangan berharap terulang kembali mengharap cinta. Pintaku yang akhir ini terajut dalam untaian lagu dan syair, biarlah Takdir Ilaahi jadi tempat akhir berserah diri tuk dapat ketenangan jiwa ini berfikir. Bukan bulan atau bintang pintaku,cukup tenang jiwa ini bila sang kekasih tiada menambah beban derita. Dalam pasrah kepada takdir kujalin lagu dan syair agar jiwa tenang berfikir. Seluruh tubuh kan jadi saksi betapa berat menanggung derita. Dengarlah pintaku yang akhir dari jiwa yang menanggung derita, jangan harapkan lagi cinta terulang, jangan tambahkan derita hidup ini. JOHANNA SATTAR terinspirasi oleh gelisah hati sang gadis menjadi untuk menjadikan lagu yang berjudul RINTIHAN SUKMA sebagai hit dalam salah satu albumnya tahun 1960an.

RINTIHAN SUKMA (Johanna Satar)

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta

Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta

Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi

Cukuplah rasanya kalau ku berkata

Jangan kau tambahkan deritaku lagi

Sekerat tubuhku bagai saksi nyata

Dari penanggung segala derita

Usah kau ulangi mengharap cinta

Dari diriku yang tiada berdaya …..2 x

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta

Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi

Cukuplah rasanya kalau ku berkata

Jangan kau tambahkan deritaku lagi

Dengarlah.. 2x pintaku yang akhir

Kujalinkan dalam lagu dan syair

Beri ketenangan jiwaku berfikir

Kuserahkan diri kepada takdir…2 x

Dengarlah dengarlah apa yang kupinta

Bukanlah bulan ‘tau bintang nan tinggi

Cukuplah rasanya kalau ku berkata

Jangan kau tambahkan deritaku lagi

Dengarlah………………………………………

Beberapa lagu yang popular dijaman itu,jelas sekali memang dibuat dengan pengembaraan pikiran dan perasaan sehingga tuturan syair yangd itorehkan menjadi legu memiliki daya keabadian. Sudah lima puluh tahun,lagu-lagu melayu Jakarta bertahan dan masih digemari,khususnya didaerah rumpun melayu dan bahkan di Malaysia lagu-lagu ini lebih sering didengar disbanding dengan karya musisi & komponis Malaysia sendiri.   Keabadian karya musisi kita jaman itu dan gerakan pelestarian dari seniman musik (yang mempertahankan jiwa musik melayunya, bukan sekedar mengikuti kemauan industri) sayangnya tidak diperhatian oleh pemerintah kita,terlebih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebenarnya memiliki kewajiban sebagaimana disebut dalam Pasa 26 ayat(6) UU No.29/2007. berikut ini lagu-lagu abadi yang masih sering kita dengar dan sangat memperngaruhi sikap pandang kita terhadap kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

M.Mashabi teringat pada kehidupan masa dating penuh dengan cobaan,sementara pendidikan di sekolah bukan andalan dalam membentuk watak,sifat,sikap dan perilaku. Tapi sebagaimana sering diajarkan disekolah-sekolah, peribahasa yang bermaksud membentuk anak didik menjadi baik, sering terabaikan. M. mashabi menulis lagu ini untuk mengingatkan kita akan kehidupan yang bias membawa senang dan bahagia bersama dilingkungan manapun. Pantun Nasehat adalah lagu yang diambil dari pelajaran tentang peribahasa, yang tentu saja saat ini sudah dianggap aneh dan terabaikan. Simak saja syair indah penuh ajakn moral bagi generesi kini dan mendatang.

PANTUN NASIHAT (M.Mashabi)

Kalaulah kail panjang sejengkal …. 2X

Jangan lautan hendak diduga ………2X

Kalaulah pandai gunakan akal ………2X

(Budi pekerti….3x) gunakan juga..…2X

Sepandai-pandai tupai melompat .…2X

Ada kalanya jatuh ketanah ……… 2X

Siapa pandai jujur dan tepat .………2X

(Orangpun kasih..3x) walau dimana…2X

Kalau tiada ada berada …………2X

Masa tempua bersarang rendah…2X

Kalau turuti ayah dan bunda………2X

(Selamat badan..3x) hidup didunia…2X

Suatu saat Said Effendi berkelana di Malaysia setelah pertunjukkannya bersama P.Ramlee, Syaiful Bahri dan sayngnya dia tidak bias segera kembali ke tanah air karena adanya Konfrontasi RI-Malaysia. Sekian lama di Malaysia, Said Effendi ingin pulang. Setelah konfrontasi selesai, said Effendi kembali pulang. Tapi setiba dinegeri sendiri, tiba-tiba muncul kekangenannya pada negeri yang cukup lama diarungi setelah pentas disana. Dalam hatinya, ingin dia datang sejenak ke Malaysia. Impiannya terpenuhi dan Said Effendi penuhi janjinya, dia hanya ingin datang ke Malaysia semalam saja. Sepulangnya dari Malaysia, maka dia ciptakan lagu ini.

SEMALAM DI MALAYSIA (Said Effendi)

Aku pulang dari rantau

Bertahun-tahun di negeri orang

Oh Malaysia

Oh dimana kawan dulu

Kawan dulu yang sama berjuang

Oh Malaysia

Kekasih hatiku pun telah hilang

Hilang tiada pesan

Aduhai nasib apakah daya

Cinta hampa hatiku merana

Mana dinda

Ini kisahku

semalam di Malaysia

Kini rasa sedih

aduhai nasib apakah daya

Aku hanya seorang pengembara

yang hilang

(Jakarta, 27 Mei 2010- diperbaharui 10 Juli 2010/Mathar Moehammad Kamal/OM.Nyanyian Jiwa Tenabang)

Kategori:SEJARAH
  1. elex doang
    6 Mei 2011 pukul 11:52 AM | #1

    dimana ya klo mo dengerin lagunya, terutama ‘pesanku’ yg asli. inget almarhum babe dulu punya banyak lagu2 jadul, skarang udah pada ludes….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: